TAKSU BAMBU SEBAGAI INSPIRASI DESAIN INTERIOR KEKINIAN

TAKSU BAMBU SEBAGAI INSPIRASI DESAIN INTERIOR KEKINIAN

Kiriman : Kadek Noorwatha

Denpasar-Untuk mewujudkan visi dan misi program studi (Prodi) Desain interior FSRD ISI Denpasar, untuk menjadi pusat unggulan (center of excellent) dalam bidang desain interior yang berbasis lokal dan berwawasan universal, maka Prodi desain interior menyelenggarakan kuliah umum material inovatif yang mengambil tajuk ‘Bamboo-preneur’. Menurut ketua panitia kegiatan Toddy Hendrawan Yupardhi, M.Ds dalam laporannya menyebutkan bahwa, potensi material bambu yang termarginalkan dalam era pos industri sekarang ini merupakan tantangan tersendiri bagi desainer khususnya desainer interior di Bali. Melihat posisi material bambu dalam dalam ruang lingkup kebudayaan Bali sangat penting, namun eksistensi tersebut belum maksimal dijadikan inspirasi bagi desainer untuk pengembangan desain interior kekinian. Maka dari itu dipilih bambu sebagai objek kuliah umum ini, yang menjadikan bambu inspirasi material inovatif dalam desain interior. Untuk mendukung acara tersebut diundang para entrepeneur bambu baik dari Bali maupun Jawa yaitu Gede Yohartana untuk desain furnitur bambu tradisional langsung dari Desa Belega Gianyar, dan John William pengusaha bambu laminasi dari Malang dalam perspektif industri.

Dipilihnya kedua narasumber tersebut lanjut Toddy, dimaksudkan untuk meningkatkan jejaring sekaligus pengetahuan mahasiswa yang sesuai perkembangan industri produk bambu di lapangan. Hal tersebut diiyakan oleh Ketua Prodi Desain Interior ISI Denpasar Drs. Cok Gede Rai Padmanaba, M.Erg, yang mengemukakan aspek entrepeneurship dalam desain interior sangat ditunggu dunia industri dewasa ini. Mahasiswa tidak hanya dibekali oleh Hard Skill berupa keilmuan yang didapat di bangku kuliah, namun juga Soft Skill berupa kuliah umum enterpreneurship yang langsung ditangani oleh praktisi lapangan. Harapannya setelah mengikuti kuliah umum ini, mahasiswa dapat mempertimbangkan mengoptimalisasi dan mendiversifikasi material bambu sebagai alternatif material dalam proses pembelajaran desain interior, dan juga menumbuhkan inspirasi kewirausahaan dalam bidang desain interior berbasis bambu.

Acara tersebut diselenggarakan pada hari kamis, 5 oktober 2017 bertempat di Gedung Citta Kelangen, ISI Denpasar. Acara tersebut dibuka oleh Dekan FSRD ISI Denpasar Dra. Ni Made Rinu, M.Si, yang berpesan untuk selalu menggali potensi kebudayaan lokal yang dapat dikembangkan ke tataran universal melalui keilmuan desain interior. Acara diikuti oleh seluruh mahasiswa desain interior dari beberapa angkatan. Pada acara tersebut terungkap bahwa sangat terbuka peluang untuk mengaplikasikan bambu ke dalam interior modern, baik dari segi arsitektural, industrial maupun  produk rumah tangga, papar John William sebagai narasumber 1. Gede Yohartana sebagai narasumber 2 dari perspektif pengerajin furnitur bambu tradisional, mengungkapkan aspek taksu dalam proses desain furnitur bambu, yang menjadikan kekuatan desain furnitur bambu Bali dalam persaingan global. Seluruh peserta mengikuti dengan antusias sampai acara berakhir dan memiliki harapan untuk mengembangkan bambu sebagai inspirasi desain interior yang menaungi kehidupan modern(nwt).

 

Comments are closed.